Only you part 1
Cast : Jeon Jungkook
Ahn Nara
Genre : Romance, Hurt
[nara pov]
hari ini hari pertamaku masuk sekolah yang baru. sebenarnya aku tidak suka jika harus pindah sekolah seperti ini, aku harus mecoba berbaur dengan orang-orang baru. semua ini karna si pembunuh brengsek itu. aku harus selalu satu sekolah dengannya. memang ia yang menanggung semua kebutuhanku termasuk soal sekolah. tapi apa harus aku selalu satu sekolah dengannya. aku sudah muak dengannya, dia selalu memaksakan apa yang dia inginkan kepadaku. jika aku memberontak atau menolak, dia pasti mengatakan 'aku bertanggung jawab sepenuhnya atas dirimu, itu permintaan terakhir orangtuamu'. selalu itu saja yang dikatakan. tapi kuakui, kata-kata itu langsung mengingatkanku kepada kedua orangtuaku. andai saja kejadian itu tidak pernah terjadi, hidupku tidak akan serumit ini. aku lelah jika terus seperti ini. hidupku seakan permainannya saja.
baru masuk sekolah, para siswa laki-laki disini sudah melihattiku seperti itu membuatku merasa tidak nyaman. memang aku tidak terlalu cantik, tapi setidaknya aku kan manis. mungkin itu sebabnya mereka melihattiku. kulemparkan senyum manisku kepada siswa laki-laki itu, dan mereka langsung membalas dengan senyumman juga. kalau dipikir-pikir, setiap hari seperti ini sekolah kan menyenangkan. soallnya cogan-cogannya ramah-ramah
😊
bahkan saat didalam kelas suasananya pun sama. sampai membuat siswi perempuan terlihat iri kepadaku. rasa-rasanya aku akan betah sekolah disini walaupun satu sekolah dengan jungkook. setidaknya aku bisa selalu cuci mata setiap hari.
[nara pov end]
aku berjalan kearah kelas dengan earphone yang menggelantung dileherku. aku merasa senang akan satu sekolah bahkan satu kelas dengan nara. aku tidak peduli apa pendapatnya keputusanku atas kepindahannya. yang terpenting aku bisa bersamanya setiap hari. baru saja aku masuk kelas, pemandangannya sangat tidak mengenakan. bagaimana bisa siswa laki-laki terus memandangi nara seperti itu. bahkan gadis bodoh ini, malah tebar pesona. menjijikan sekali. kuteruskan langkahku menuju tempat dudukku. aku duduk tepat dibelakang nara. kutendang kursinya berharap ia akan menoleh kearahku dan langsung berhenti tebar pesona seperti itu. tapi ternyata hasilnya nihil. tak ada respon apapun darinya. membuatku kesal saja.
akhirnya jung saem datang, jadi gadis ini langsung berhenti dengan sendirinya. kemudian dia disuruh maju kedepan untuk memperkenalkan diri. aku harap ia tidak memulainya lagi.
"oh iya, dikelas kita ada murid baru kan. silahkan murid baru perkenalkan dirimu didepan kelas"
"annyeong haseyo, na iremeun ahn nara imnida"
"baiklah ahn nara, kau bisa kembali ke tempat dudukmu"
"nde" jawab nara
pelajaran berlangsung normal seperti biasanya hingga bel istirahat berbunyi, setelah jung saem meninggalkan kelas. semua siswa laki-laki sibuk mengerumuni nara. dengan cepat dan sedikit pemaksaan, kutarik nara dari kerumunan itu. aku tidak peduli apa pendapat mereka tentang apa yang kulakukan barusan. ku bawa nara ke atap sekolah, belum sempat mengatakan apa-apa, dia langsung mecelaku.
"mworago? huh... apa harus selalu seperti ini? pemaksaan lagi" teriak nara dengan nada kesal
"yak, apa maksudmu?" kubalas dengan nada yang lebih tinggi darinya
"berhenti bersikap bodoh seperti ini jeon jungkook, aku kesulitan hidup karnamu. hidupku jadi seperti ini juga karnamu. aku kehilangan orangtuaku juga karnamu. semua ini karnamu, hanya karnamu tidak ada yang lain" nara mengatakannya sambil berkaca-kaca membuatku merasa bersalah untuk sekian kalinya.
"lalu kau ingin apa huh...." ku lontarkan satu pertayaan dengan santai
"tinggalkan aku, biarkan aku hidup dengan caraku. lupakan soal tanggung jawabmu terhadapku, lupakan soal permintaan terakhir orang tuaku. bisa?" jawaban nara benar-benar menyayat hatiku.
ku tinggalkan nara tanpa mengatakan sepatah katapun. karna aku sama sekali tidak bisa melakukan apa yang diinginkanya, jika hanya soal pindah sekolah. itu soal mudah bagiku. tapi meninggalkannya, menjauhinya adalah soal tersulit dalam hidupku. permintaan terakhir orangtuanya hanyalah alasanku, agar dia bisa terus bersamaku.
[nara pov]
aku sangat bingung dengan sikap jungkook kali ini, sebenarnya dia itu setuju atau tidak. aku sangat ingin dia setuju, tapi jungkook bukanlah orang yang semudah itu. kenapa dia harus pergi tanpa bilang apa-apa.
"aiishh...jinjja" karna kesal kupukul tembok didepanku.
karna terlalu keras memukulnya, tanganku jadi sakit dan memerah.
"pabo, sudah tahu tembok tapi masih saja dipukul. memangnya kau ini super hero" ejek seorang namja yang sudah pasti adalah jeon jungkook.
"ha..ha..ha.. apakah itu lucu huh..." kataku sambil bersiap akan memukulnya.
baru bersiap untuk memukulnya, tiba-tiba seseorang menabrakku dari belakang hingga membuatku terjatuh tepat dipelukkan jungkook. sedangkan anak itu hanya berlalu pergi. dengan segera aku beranjak dari pelukan jungkook. namun jungkook malah menahanku.
"jungkook" sikapnya membuatku mengkerutkan keningku
"mwo" sangat santai sekali dia menjawabku
"lepaskan aku" langsung ku dorong tubuhnya dengan cukup keras. agar aku bisa terlepas darinya.
"dasar gadis kasar, seharusnya kau jadi laki-laki saja" celoteh jungkook, tapi tidak kuhiraukan. aku berlalu pergi meninggalkannya.
kurapikan seragamku sebelum masuk ke kelas. ketika aku masuk kelas, para penghuni kelas ini nampaknya sedang membicarakanku. pasti karna kejadian tadi. sedangkan jungkook terlihat santai mengnanggapinya, seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
[nara pov end]
kuangkat alisku setelah nara menoleh kearahku, kemudian kulihat sekelilingku. ternyata anak-anak dikelas tengah menatapku dan nara. pasti nara merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. apalagi ini hari pertamanya bersekolah disini. langsung ku mundurkan kursiku dengan keras dan kutatap para penghuni kelas ini.
"yak... berhenti membicarakanku dan yeoja chinguku. arasseo" kukatakan dengan nada keras dan dengan nada mengancam tentunya.
"mwoya, micheosseo" bisik nara kepadaku
ku pastikan nara terkejut, tapi aku tidak bisa diam saja. kalau nara merasa tidak nyaman karna orang lain. dia hanya boleh merasa begitu karnaku saja.
nara kemudian bangkit dari tempat duduknya dan beranjak pergi.
"ikut aku sekarang" aku langsung mengikuti kemana nara akan pergi
ternyata dia mengajakku ke atap lagi, kali ini nara terlihat benar-benar muak kepadaku. tapi apa boleh buat sudah kulakukan semua yang kuanggap benar.
"hentikan semua ini jeon jungkook,jebal" kali ini air matanya mulai membasahi pipinya.
"tidak akan mungkin"
"wae" teriak nara dan langsung ku tarik ia kedalam pelukkanku.
"karna aku sudah terlanjur jatuh dicintamu, sulit bagiku untuk bangun. tolong jangan memintaku berusaha untuk bangun dari cintamu. karna aku juga tidak ingin melakukannya"
~fin
Cast : Jeon Jungkook
Ahn Nara
Genre : Romance, Hurt
[nara pov]
hari ini hari pertamaku masuk sekolah yang baru. sebenarnya aku tidak suka jika harus pindah sekolah seperti ini, aku harus mecoba berbaur dengan orang-orang baru. semua ini karna si pembunuh brengsek itu. aku harus selalu satu sekolah dengannya. memang ia yang menanggung semua kebutuhanku termasuk soal sekolah. tapi apa harus aku selalu satu sekolah dengannya. aku sudah muak dengannya, dia selalu memaksakan apa yang dia inginkan kepadaku. jika aku memberontak atau menolak, dia pasti mengatakan 'aku bertanggung jawab sepenuhnya atas dirimu, itu permintaan terakhir orangtuamu'. selalu itu saja yang dikatakan. tapi kuakui, kata-kata itu langsung mengingatkanku kepada kedua orangtuaku. andai saja kejadian itu tidak pernah terjadi, hidupku tidak akan serumit ini. aku lelah jika terus seperti ini. hidupku seakan permainannya saja.
baru masuk sekolah, para siswa laki-laki disini sudah melihattiku seperti itu membuatku merasa tidak nyaman. memang aku tidak terlalu cantik, tapi setidaknya aku kan manis. mungkin itu sebabnya mereka melihattiku. kulemparkan senyum manisku kepada siswa laki-laki itu, dan mereka langsung membalas dengan senyumman juga. kalau dipikir-pikir, setiap hari seperti ini sekolah kan menyenangkan. soallnya cogan-cogannya ramah-ramah
bahkan saat didalam kelas suasananya pun sama. sampai membuat siswi perempuan terlihat iri kepadaku. rasa-rasanya aku akan betah sekolah disini walaupun satu sekolah dengan jungkook. setidaknya aku bisa selalu cuci mata setiap hari.
[nara pov end]
aku berjalan kearah kelas dengan earphone yang menggelantung dileherku. aku merasa senang akan satu sekolah bahkan satu kelas dengan nara. aku tidak peduli apa pendapatnya keputusanku atas kepindahannya. yang terpenting aku bisa bersamanya setiap hari. baru saja aku masuk kelas, pemandangannya sangat tidak mengenakan. bagaimana bisa siswa laki-laki terus memandangi nara seperti itu. bahkan gadis bodoh ini, malah tebar pesona. menjijikan sekali. kuteruskan langkahku menuju tempat dudukku. aku duduk tepat dibelakang nara. kutendang kursinya berharap ia akan menoleh kearahku dan langsung berhenti tebar pesona seperti itu. tapi ternyata hasilnya nihil. tak ada respon apapun darinya. membuatku kesal saja.
akhirnya jung saem datang, jadi gadis ini langsung berhenti dengan sendirinya. kemudian dia disuruh maju kedepan untuk memperkenalkan diri. aku harap ia tidak memulainya lagi.
"oh iya, dikelas kita ada murid baru kan. silahkan murid baru perkenalkan dirimu didepan kelas"
"annyeong haseyo, na iremeun ahn nara imnida"
"baiklah ahn nara, kau bisa kembali ke tempat dudukmu"
"nde" jawab nara
pelajaran berlangsung normal seperti biasanya hingga bel istirahat berbunyi, setelah jung saem meninggalkan kelas. semua siswa laki-laki sibuk mengerumuni nara. dengan cepat dan sedikit pemaksaan, kutarik nara dari kerumunan itu. aku tidak peduli apa pendapat mereka tentang apa yang kulakukan barusan. ku bawa nara ke atap sekolah, belum sempat mengatakan apa-apa, dia langsung mecelaku.
"mworago? huh... apa harus selalu seperti ini? pemaksaan lagi" teriak nara dengan nada kesal
"yak, apa maksudmu?" kubalas dengan nada yang lebih tinggi darinya
"berhenti bersikap bodoh seperti ini jeon jungkook, aku kesulitan hidup karnamu. hidupku jadi seperti ini juga karnamu. aku kehilangan orangtuaku juga karnamu. semua ini karnamu, hanya karnamu tidak ada yang lain" nara mengatakannya sambil berkaca-kaca membuatku merasa bersalah untuk sekian kalinya.
"lalu kau ingin apa huh...." ku lontarkan satu pertayaan dengan santai
"tinggalkan aku, biarkan aku hidup dengan caraku. lupakan soal tanggung jawabmu terhadapku, lupakan soal permintaan terakhir orang tuaku. bisa?" jawaban nara benar-benar menyayat hatiku.
ku tinggalkan nara tanpa mengatakan sepatah katapun. karna aku sama sekali tidak bisa melakukan apa yang diinginkanya, jika hanya soal pindah sekolah. itu soal mudah bagiku. tapi meninggalkannya, menjauhinya adalah soal tersulit dalam hidupku. permintaan terakhir orangtuanya hanyalah alasanku, agar dia bisa terus bersamaku.
[nara pov]
aku sangat bingung dengan sikap jungkook kali ini, sebenarnya dia itu setuju atau tidak. aku sangat ingin dia setuju, tapi jungkook bukanlah orang yang semudah itu. kenapa dia harus pergi tanpa bilang apa-apa.
"aiishh...jinjja" karna kesal kupukul tembok didepanku.
karna terlalu keras memukulnya, tanganku jadi sakit dan memerah.
"pabo, sudah tahu tembok tapi masih saja dipukul. memangnya kau ini super hero" ejek seorang namja yang sudah pasti adalah jeon jungkook.
"ha..ha..ha.. apakah itu lucu huh..." kataku sambil bersiap akan memukulnya.
baru bersiap untuk memukulnya, tiba-tiba seseorang menabrakku dari belakang hingga membuatku terjatuh tepat dipelukkan jungkook. sedangkan anak itu hanya berlalu pergi. dengan segera aku beranjak dari pelukan jungkook. namun jungkook malah menahanku.
"jungkook" sikapnya membuatku mengkerutkan keningku
"mwo" sangat santai sekali dia menjawabku
"lepaskan aku" langsung ku dorong tubuhnya dengan cukup keras. agar aku bisa terlepas darinya.
"dasar gadis kasar, seharusnya kau jadi laki-laki saja" celoteh jungkook, tapi tidak kuhiraukan. aku berlalu pergi meninggalkannya.
kurapikan seragamku sebelum masuk ke kelas. ketika aku masuk kelas, para penghuni kelas ini nampaknya sedang membicarakanku. pasti karna kejadian tadi. sedangkan jungkook terlihat santai mengnanggapinya, seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
[nara pov end]
kuangkat alisku setelah nara menoleh kearahku, kemudian kulihat sekelilingku. ternyata anak-anak dikelas tengah menatapku dan nara. pasti nara merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. apalagi ini hari pertamanya bersekolah disini. langsung ku mundurkan kursiku dengan keras dan kutatap para penghuni kelas ini.
"yak... berhenti membicarakanku dan yeoja chinguku. arasseo" kukatakan dengan nada keras dan dengan nada mengancam tentunya.
"mwoya, micheosseo" bisik nara kepadaku
ku pastikan nara terkejut, tapi aku tidak bisa diam saja. kalau nara merasa tidak nyaman karna orang lain. dia hanya boleh merasa begitu karnaku saja.
nara kemudian bangkit dari tempat duduknya dan beranjak pergi.
"ikut aku sekarang" aku langsung mengikuti kemana nara akan pergi
ternyata dia mengajakku ke atap lagi, kali ini nara terlihat benar-benar muak kepadaku. tapi apa boleh buat sudah kulakukan semua yang kuanggap benar.
"hentikan semua ini jeon jungkook,jebal" kali ini air matanya mulai membasahi pipinya.
"tidak akan mungkin"
"wae" teriak nara dan langsung ku tarik ia kedalam pelukkanku.
"karna aku sudah terlanjur jatuh dicintamu, sulit bagiku untuk bangun. tolong jangan memintaku berusaha untuk bangun dari cintamu. karna aku juga tidak ingin melakukannya"
~fin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar